Pengaruh Peningkatan Kualitas Data Magnetotelurik di Pulau Muna dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Koherensi Terhadap Pemodelan 2D

Gusti Muhammad Lucki Junursyah, Dimas Hanif Salsabil, Eddy Mirnanda

Abstract


Penelitian di daerah Pulau Muna dan sekitarnya telah banyak dilakukan sebelum tahun 2011, karena merupakan bagian dari cekungan sedimen frontier yang berpotensi mengandung hidrokarbon. Secara regional, bagian permukaan daerah ini didominasi oleh batugamping Formasi Wapulaka berumur Kuarter sehingga untuk mengetahui sebaran batuan yang lebih tua sangatlah sulit dilakukan, oleh sebab itu diperlukan penelitian menggunakan metode geofisika yang salah satunya adalah metode Magnetotelurik (MT) untuk dapat menafsirkan kondisi geologi bawah permukaan (>1 km) berdasarkan sifat kelistrikan batuan. Metode MT merupakan metode geofisika pasif dengan mengukur medan listrik dan magnet alam di permukaan, sehingga akan dipengaruhi oleh banyak gangguan (noise). Analisis koherensi pada data MT termasuk didalamnya proses Robust, analisis deret waktu, dan edit XPR dilakukan untuk mereduksi gangguan tersebut sehingga dapat meningkatkan kualitas data dari 53,9 – 79% menjadi 80,1 – 95,1% atau meningkat sebanyak 15,7% - 32,1%. Analisis trend kurva dan kedalaman penetrasi pada hasil koherensi memperlihatkan bahwa gangguan dapat tereduksi secara keseluruhan tetapi tidak pada kondisi geologi bawah permukaan yang sangat konduktif.


Keywords


magnetotelluric method; coherence analysis; curve trend analysis; penetration depth analysis

References


Anugrah, F., dan Junursyah, G.M.L., 2016. Peningkatan Kualitas Data Magnetotelurik di Daerah Biak dan Sekitarnya Berdasarkan Analisis Parameter Koherensi. Proc. Seminar Nasional Mahasiswa Fisika III, Semarang, Indonesia:252-255.

Badan Geologi. 2009. Peta Cekungan Sedimen Indonesia Berdasarkan Data Gayaberat dan Geologi, skala 1:5.000.000. Badan Geologi, Bandung.

Chave, A.D., dan Jones, A.G., 2012. The Magnetotelluric Method, Theory and Practice. Cambridge University Press. United Kingdom:544h.

Dwiyantoro, R.R., Junursyah, G.M.L., dan Yatini. 2018. Rise of Magnetotelluric Data Quality Based on Coherence Parameter in Savu Basin, East Nusa Tenggara. Proc. ISPG Research Forum, Jakarta, Indonesia:612-621.

Green, A.M., 2003. Magnetotelluric Crustal Studies in Kenai, Alaska. Thesis, Colorado School of Mines, Colorado.

Heditama, D.Z., 2011. Pemrosesan Data Time Series pada Metode Magnetotelurik (MT) Menjadi Data Resistivitas Semu dan Fase Menggunakan MatLab. Skripsi, Universitas Indonesia.

Hidayat, A.R., Junursyah, G.M.L., dan Harja, A., 2016. Analisis Deret Waktu Untuk Peningkatan Kualitas Data Magnetotellurik (Studi Kasus Lapangan Geothermal). Proc. Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, Universitas Padjadjaran, Jatinangor:01-10.

Mirnanda, E., Junursyah, G.M.L., Nurmaliah, Sudaryono, Silitonga, J., Sujatnika, dan Mulyadi, D., 2011. Laporan Awal Kegiatan Survei Magnetotelurik di daerah Muna dan Sekitarnya, Provinsi Sulawesi Tenggara. Laporan internal Pusat Survei Geologi, Bandung (tidak terbit).

Mwakirani, R., 2012. Magneto-telluric (MT) Data Processing. Short Course VII on Exploration for Geothermal Resources, Kenya.

Maryani, L., Junursyah, G.M.L., dan Harja, S., 2016. Analisis Deret Waktu (Time Series) Metode Magnetotellurik pada Cekungan Buton, Sulawesi, Tenggara. Proc. Seminar Nasional Geofisika, Semarang, Indonesia:101-107.

Phoenix Geophysics, 2005. Data Processing User Guide. Phoenix Geophysics, Canada:194h.

Sikumbang, N., Sanyoto, P., Supandjono, R.J.B., dan Gafoer, S., 1995. Peta Geologi Lembar Buton, Sulawesi Tenggara, skala 1:250.000. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, Bandung.

Siripunvaraporn, W., Egbert, G., Lenbury, Y., dan Uyeshima, M., 2003. Three-dimensional Magnetotelluric Inversion: Data-space Method. Physics of the Earth and Planetary Interiors, 150:3-14.

Simpson, F., dan Bahr, K., 2005. Practical Magnetotellurics. Cambridge University Press, United Kingdom:245h.

Sulistyo, A., 2011. Koreksi Pergeseran Statik Data Magnetotelurik (MT) Menggunakan Metode Geostatistik, Perata-rataan, dan Time Domain Elektromagnetik. Skripsi, Universitas Indonesia.

Unsworth, M., 2008. Lecture Notes Geophysics 424. University of Alberta, Canada.

Vozoff, K., 1972. The Magnetotelluric Method in the Exploration of Sedimentary Basins. Geophysics, 37:98-141.


Refbacks